Gedelaksa's Blog

Berbagai Model Pembelajaran

Posted on: Juni 20, 2010

Berbagai Model Pembelajaran

BAB XIII
MODEL PEMBELAJARAN GLASER

Robert Glaser (1962) telah mengembangkan suatu model pembelajaran yang membagi proses belajar – mengajar dalam empat komponen atau tahapan yang yang dapat digambarkan sebagai berikut :
A B C D
Instruksional Objektives Entering Behavior Instruktional Behavior Pervormance Assessement

A. Instruktional Objektives, tujuan pengajaran semua kualifikasi yang diharapkan dimiliki semua peserta didik bila ia telah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar tertentu. Tujuannya dirumuskan sebagai berikut:
1. student is able to name planets of our system
2. student is able to distinguish beetwen the Renaissance Revormation
3. student is able to list the major systems of the body
B. Entering Behavior, menggambarkan tingkat kemampuann peserta didik sebeluk pengajaran dimulai. Menjelaskan apa-apa yang telah dipelajari oleh peserta didik sebelumnya, kemamapuan intelektualnya, kesedian motivasinya, determinan social yang mempengaruhi situasi belajarnya.
C. Instructional Behavior, perencanan proses belajar mengajar. Menjelaskan langkah-langkah interaksi dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
D. Pervormance Assessement, bagian atau tahapan evaluasi untuk mengetahui apakah proses belajar mengajar itu tercapai.
Dengan demikian konsep yang penting yang terkandung dalam model Glaser ini antara lain bahwa lesson plan hendaklah selalu ditinjau kembali selalu ditingkatkan mutunya. Model pengajaran Glaser ini memang dapat dianggap sebagai basic (dasar), pengertian, dari model itu dapat dikembangkan model-model lain.
Pada perkembangan selanjutnya model-model pengajaran telah mendorong para ahli untuk membuat model program pengajaran (metode pengajaran) yang secar langsung dapat dipraktekkan. Dari tangkaian inilah muncul Metode Pengajaran Berprograma yang dikembangkan oleh Skinner 1926 pda pemikiran S.L. Pressey. Salah satu bentuk metode pengajaran berprograma ialah Pengajaran Modul

BAB XIV
MODEL PEMBELAJARAN UNIT

A. Pengertian
Unit adalah suuatu cara guru menyajikan bahan pelajaran dimana guru bersama peserta didik menentukan bahan peljaran (dalam bentuk unit) guna dipeljarioleh peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran.
Metode ini diciptakan oleh HC. Marison, dalam metode ini keaktifan guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan keaktifan peserta didik dalam belajar dapat diseimbangkan.
Dengan unit ini guru bersama peserta didik sama-sama merencanakan suatu unit, sama-sam mencari alat-alat yang diperlukan untuuk memrcahkan masalah-maslah, memberikan penilaian terhadap hasil yang dicapai dan sama-sama aktif.
B. Prinsip-prinsip Umum Pengajaran Unit
1. Prinsip kurikulum terpadu, dengan melaksanakan pengajaran unit kita tidak mengenal lagi batas-batas pelajaran yang stu dengan yang lain sebab semua mata pelajaran telah dipadukan dalam pengajaran unit.
2. Prinsip psikologi perkembangan, penagjaran unit dilaksanakan berdasarkan minat peserta didik, sebab peserta didik ikut merencanakan, dan didasarkan pada minat yang ada pada peserta didik.
3. Prinsip Team Teaching, pengajaran unit(proyek) dilaksanakan oleh peserta didik secara bersama-sama dalam bentuk kerja kelompok yang beranggotakan beberapa orang yang akan menimbulkan sifat-sifat kerjasama yang sangat diperlukan dalam kehidupan dalam masyarakat.
C. Prinsip- prinsip Khusus Pengajaran Unit
1. Dalam pelaksanaanya harus dapat mencampurkan sekalian bahan pengajaran
2. Disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
3. Penyelenggaraan harus dalam waktu yang cukup
4. Didasarkan atas dorongan yang wajar dari peserta didik
5. Harus dipecahkan oleh peserta didik sendiri
6. Harus berpusat pada kehidupan yang nyata
7. Direncanakan sendiri oleh guru dan peserta didik
D. Ciri-ciri Pengajaran Unit
1. Ditinjau dari aspek sumber
a. Mempunyai konsep sebagai integrasi peserta didik didalam lingkungannya
b. Bersumber pada minat, kebutuhan, masalah-masalah dan tantangan-tantangan dari peserta didik
c. Berdasarkan pada aktivitas bersama, antara guru dan peserta didik
2. Ditinjau dari aspek tujuan
a. Mencakup semua aspek, kognitif, nilai dan sikap maupun aspek ketrampilan
b. Tujuan langsung berkenaan dengan personalisasi peserta didik
c. Tujuan direncanakan antara guru dan peserta didik
3. Ditinjau dari aspek organisasi
a. Difokuskan pada “here and now” untuk membantu pengertian masa kini dan mempersiapkan masa yang akan datang
b. Mempergunakan pengalaman dari berbagai bidang yang berhubungan dengan keseluruhan situasi
c. Direncanakan secara fleksibel dapat diubah oleh guru dan peserta didik
4. Ditinjau dari aspek implementasi
a. Menitik beratkan pada partisipasi peserta didik
b. Mempergunakan berbagai prinsip belajar yang memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
c. Mempergunakan sumber yang lebih luas dan bermacam-macam metode mengajar
E. Langkah-langkah pengajaran unit
1. Langkah perencanaan
2. Langkah pelaksanaan
3. Langkah kulminasi dan penilaian
F. Jenis-jenis unit
1. Bedasarkan organisasi kurikulum, unit berdasarkan mata pelajaran, unit bidang keilmuan, unit pengalaman.
2. Berdasarkan segi waktu pelaksanaan, unit okasional, unit rutin, unit khusus.
G. Keuntungan dan Kesulitan Unit
1. Keuntungan Unit
• Semua hal yang dipelajari berada dalam suatu hubungan keseluruhan
• Pelajaran menjadi lebih berarti karena sesuai dengan minat, bakat dan tingkat pertunbuhan peserta didik
• Mempunyai kesempatan untuk mempraktekkan nilai-nilai paham demokrasi, karena situasi kelas lebih demikratis
• Hubungan sekolah dan masyarakat bertambah erat
2. Kelemahan unit
• Memilih masalah yang akan dijadikan unit bukan suatu yang mudah
• Unit mempunyai organisasi yang kurang teratur
• Pengetahuan peserta didik pada waktu keluar sekolah akan berbeda-beda(sesuai dengan minat yang dimilikinya)
• Unit memerlukan biaya dan alat yang cukup mahal

BAB XV
MODEL PEMBELAJARAN BERPROGRAMA

A. Pengertian
Ialah suatu bentuk pembelajaran dengan mempergunakan alat-alat yang bekerja serba otomatis atau kunci-kunci jawaban tertulis yang sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan-bahan yang telah tersusunsecara sistematis dan peserta didik bertanggung jawab sendiri.
Di Indonesia sendiri pengajaran berprograma masih dalam taraf try out dan penelitian.

B. Prinsi-prinsip Belajar Berprograma
1. Dalam pengajaran berprograma dikehendaki proses interaksi antara guru dan peserta didik secara tidak langsung yang menggunakan alat berupa buku teks sebagai alat untuk mengaktifkan pelajaran dalam proses belajar mengajar.
2. Pengajaran berprograma menganut system belajar sendiri, dengan jalan atau cara berdialog dari unit kalimat ke unit kalaimat berikutnya yang disusun sedemikian rupa sehingga unit-unit itu dapat berbicara langsung dengan pembaca.
3. rangkaian kegiatan dalam programa dilakukan secara aktif progresif, peserta didik belajar dengan maju setapak demi setapakdan menguji hasil kebenaran hasil responnya, sehingga akhirnya ia sampai pada suatu kesimpulan.
4. bahan pengajaran berprograma disusun menurut prinsip dan pola tertentu yang telah di progamkan

C. jenis program
1. pola linear
a. Menentukan dan membatasi lapangan (scope) yang akan dibahas
b. Mencari semua istilah teknis, fakta, ketentuan, prinsip serta hal yang relevan dengan hal tersebut.
c. Mengatur dalam urutan perkembangan yang logis
2. Programa branching (bercabang)
Dalam program ini kadang-kadang murid terus sampai kepada suatu bingkai dimana ia berbuat salah. Kesalahan itu mengalihkan dia kemudian mengadakan perbaikan. Biasanya programa terdiri dari suatu pilihan. Dikatakan bercabang karena disamping garis lurus adalagi garis cabang.

D. Langkah-langkah pelaksanaan
1. Persiapan terdiri dari :
a. pemilihan topic
b. out line
c. tujuan instruksional
d. pretest
2. penulisan programa
setelah persiapan sudah matang, maka barulah ditulis program yan akan dilaksanakan. Terlebih dahulu murid harus mempelajari tugas yang akan dilaksanakan

E. Keuntungan metode pengajaran berprograma
1. bahan pelajaran sangat banyak disediakan sehingga sifat individu anak-anak dapat diperhatikan
2. anak-anak yang pandai mendapat kesempatan yang banyak untuk mencapai kemajuan
3. Menambah self activity bagi anak-anak
4. Melatih anak untuk berbuat sendirian dan bertanggung jawab sendirian

F. Kelemahan-kelemahan metode pengajaran berprograma
1. proses belajar yang seperti ini sulit untuk membentuk kepribadian yang bulat
2. pengajaran dengan metode ini bersifat individualistis dan intelektualistis
3. Sukar untuk menyusun programa apalagi programa dari setiap mata pelajaran
4. membutuhkan alt yang mahal untuk menciptakan alat-alat pangajar

IV. Model pembelajaran modul
A. Pengertian.
Sifat-sifat khas dari pada modul, yaitu :
1. Modul merupakan unit (paket) pengajaran terkecil dan lengkap
2. Modul itu memuat rangkaian kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dan sistematik
3. modul memuat tujuan belajar (pengajaran) yang dirumuskan secara eksplisit dan specific
4. modul memungkinkan peserta didik belajar sendiri secara bebas (independent), modul memuat bahan yang bersifat self instructional
5. Modul merupakan realisasi pengakuan perbedaan individu, merupakan salah satu perwujudan pengajaran individual
B. Unsur-unsur Modul

V. Model pembelajaran PPSI
A. Pengertian
Prosedur pengembangan system instruksional, merupakan suatu system yang dijadikan pola untuk interaksi belajar mengajar untuk suatu waktu tertentu. PPSI dengan sendirinya tak dapat dipisahkan dari kurikulum yang berlaku, tujuan pendidikan dalam lembaga tertentu dan situasi di mana proses belajar mengajar itu berjalan
System intruksional, yaitu suatu kesatuan yang terorganisir, yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
Komponen-komponen system instruksional :
1. Tujuan pengajaran
2. Materi pengajaran
3. Alat pengajaran
4. Metode pengajaran
5. Kegiatan belajar mengajar
6. Evaluasi pengajaran

B. Tujuan Pendidikan
Tujuan ialah sesuatu yang ingin dicapai menggambarkan percobaan tingkah laku yang diinginkan pada diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pengalaman belajar.
Tujuan pendidikan dibagi menjadi :
1. Tujuan Pendidikan Nasional yaitu : rumusan tujuan yang menggambarkan secara umum kualifikasi warga Negara yang harus dihasilkan oleh setiap lembaga pendidikan yang ada di bumi Indonesia
2. Tujuan Institusional, yaitu tujuan yang harus dicapi anak didik dalam mengikuti program pendidikan. Sesuai dengan tindakan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3. Tujuan Kurikuler, yaitu tujuan yang harus dicapai oleh anak didik setelah mengikuti bidang studi di sekolah, untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan dalam setiap bidang kurikuler
4. Tujuan Pembelajaran Umum, yaitu suatu tujuan yang ingin dicapai dalam setiap kegiatan belajar dan mengajar
5. Tujuan Pembelajaran khusus, yaitu tujuan yang rumusannya benar-benar khusus dan operasional

C. Proses Pelaksanaan Sistem Instruksional
System instruksional dilaksanakan melalui tiga fase:
1. mengenal kondisi input.
2. Menqadakan Pengolaha_n -(‘Pceses):
Setelah kita mengetahui bagaimana basil pretest dari input, dan ternyata perlu diadakan proses belajar dan mengajar sebagaimana yang sudah direncanakan. Lama proses mengajar dan belajar ini tergantung kepada materi yang ada pada Unit lesson.4)
3. Mengenal kondisi out put
Out put adalah peserta didik sebagai subyek yang telah melalui proses mengajar dan belajar. Untuk mengenal out-put perlu diadakan post test (evaluasi tentang bahan yang telah diajarkan kepada peserta didik)’.` Bahan post testsama dengan bahan yang digunakan sewaktu pre test. Dengan post test ini kita dapat mengetahui kondisi peserta didik tentang pengetahuan dan keterampilannya Setelah melalui proses mengajar dan belajar dengan mempedomani hasil test tersebut sebagai berikut

a. Apabila semua item pertanyaan dapat dijawab semua oleh peserta didik, maka keadaan pengajaran berhasil.
b. Apabila semua item pertanyaan tidak dapat dijawab oleh mu¬rid maka keadaan pengajaran dinyatakan gagal.
c. Apabila item pertanyaan pada post test yang dapat dijawab kurang dari item pertanyaan yang dapat dijawab pada pretest berarti guru memberikan penjelasan yang mengacaukan

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN POKOK DALAM PPSI
Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri dari sub sistem atau komponen, setiap komponen ini selalu berkaitan antara satu sama lain. Tugas guru dalam hal ini adalah menyusun urutan langkah¬langkah pengajaran sub sistem atau komponen pengajaran tersebut dengan baik.
Urutan langkah-langkah pokok dalam PPSI adalah sebagai berikut :
1. Merumuskan tujuan Pembelajaran Khusus.
Dalam langkah ini perlu dirumuskan sejumlah tingkah laku yang spesifik yang diharapkan agar dimiliki oleh anak didik setelah ia menyelesaikan program pengajaran mengenai pokok bahasan yang diberikan.
Dalam rumusan tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Rumusan harus operasional artinya jelas dan mengandung satu pengertian tidak dapat ditafsirkan lain (bermacam-macam) sehingga dapat diukur (dinilai).
b. Berdasarkan hasil belajar dan tingkah laku yang diharapkan.
c. Masing-masing hasil belajar atau rumusan tersebut dalam bentuk yang tunggal.
2. Menyusun alat evaluasi.
Alat evaluasi adalah_alatat penilaian yang dipergunakan. menilai sejauh mana anak-anak dapat menguasai kemampuan¬-kemampuan seperti yang terkandunq da1am rumusan tujuan instruksional di atas. Untuk setiap tujuan perlu dirumuskan:
a. Jenis test; seperti test lisan, test tulisan, (test essay dan test objektif), test perbuatan-perbuatan, perfomance test dan sebagainya.
b. Merumuskan pertanyaan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: