Gedelaksa's Blog

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Mencegah dan Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Secara Alami
Hembing Wed, 15 Sep 2004 14:00:00 WIB
Oleh : Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi bakteri yang menyerang wanita 10 kali dari pria. Diperkirakan 10 % sampai 20 % wanita menderita infeksi saluran kemih paling tidak sekali. Pada pria infeksi ini di kaitkan dengan kelainan fisik lainnya, lebih dari 80 % semua infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri yang berawal di usus, infeksi saluran kemih. Kebanyakan menyerang wanita di sebabkan karena uretra wanita lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri. Wanita mempunyai uretra yang pendek sehingga bakteri dengan mudah masuk, berasal dari vagina, rektum, daerah pudenda, daerah perineal, atau dari partner hubungan kelamin masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Pria mempunyai uretra yang panjang dan terdapat cairan prostat yang di gunakan sebagai pelindung anti bakteri.

Baik pada pria maupun pada wanita, infeksi biasanya masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Gejala yang sering timbul pada penyakit infeksi saluran kemih adalah :
• Selalu ingin buang air seni (sering) dan terasa sakit dengan kram kandung kemih.
• Terasa gatal atau panas sewaktu buang air seni.
• Radang kandung kemih juga menyebabkan adanya darah didalam urin, serta dapat menyebabkan demam.
• Sebagian penderita merasa sakit pinggang.
• Perasaan tidak nyaman, mual, dan muntah.
• Kesakitan pada permukaan kandung kemih, dan kedinginan.
• Pada pria dijumpai cairan yang keluar dari uretra.
Usahakan untuk buang air seni pada waktu bangun di pagi hari. Buang air seni dapat membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih yang akan keluar bersama urin. Jarang buang air seni menyebabkan beberapa bakteri mendapat peluang untuk berkembang biak dengan cepat dalam kandung kemih dalam waktu singkat. Minum air 6 sampai 8 gelas setiap hari dapat melancarkan buang air seni sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit infeksi saluran kemih. Minuman ringan yang biasanya mengandung garam kurang baik dikonsumsi sebab dapat memperlambat buang air kecil.

Buah-buahan, sari buah, juice sangat baik untuk dikonsumsi sebab dapat melancarkan peredaran darah. Apabila bagian perut terasa sakit atau terasa terbakar, letakkan air hangat pada bagian perut yang sakit. Beberapa petunjuk pencegahan untuk mengobati infeksi saluran kemih dan mencegah terulang kembali antara lain :
• Perhatikan kebersihan secara baik, misalnya setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke saluran urin dari rektum.
• Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, karena bila tidak diganti, bakteri akan berkembang biak secara cepat dalam pakaian dalam.
• Pakailah bahan katun sebagai bahan pakaian dalam, bahan katun dapat memperlancar sirkulasi udara.
• Hindari pakaian ketat yang dapat mengurangi ventilasi udara, dan dapat mendorong perkembangbiakan bakteri.
• Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) untuk mengosongkan kandung kemih.
• Jangan menunda buang air kecil, sebab menahan buang air seni merupakan sebab terbesar dari infeksi saluran urin.
• Buang air seni sesudah hubungan kelamin, hal ini membantu menghindari saluran urin dari bakteri.
• Hindari kafein, minuman mengandung karbonat dan alkohol sebab semua bahan ini akan mengiritasi kandung kemih.
• Usahakan jangan pernah malu untuk berkonsultasi kepada dokter agar dapat dicegah penyebaran bakterinya.
Berikut ini ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk infeksi saluran kemih, adalah :

Resep 1
15 gram sambiloto, 30 gram daun kumis kucing, dan 30 gram daun sendok direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc. Kemudian airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 2.
30 gram kulit semangka kering + 60 gram rambut janggung + 60 gram akar alang-alang direbus dengan 800 cc hingga tersisa 400 cc. Kemudian air, rebusannya diminum untuk 2 kali sehari.

Resep 3.
30 gram tumbuhan leunca + 30 gram rumput mutiara + 30 gram meniran direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Kemudian airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 4.
30 gram pegagan + 15 gram sambiloto + 60 gram krokot segar, dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Catatan :
– Pilih salah satu resep tersebut dan lakukan secara teratur 2 kali sehari.
– Untuk wadah perebusan gunakan periuk tanah, panci kaca atau panci email.
– Jika telah sampai 1 kiur (10-12 hari), pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu, pengobatan dapat dilakukan kembali.
– Tetap konsultasi ke dokter

Peristiwa Isro’ Mi’roj
Dalam sejarah islam, isra mi’raj berarti perjalanan nabi Muhammad SAW dari masjidil haram menuju masjidil aqsa di yerusalem dan diteruskan dengan naik ke langit sampai sidratul muntaha.
Perjalanan ini mengandung perintah untuk mendirikan salat lima waktu sehari semalam. Peristiwa ini terjadi setahun menjelang nabi Muhammad saw. Hijrah ke madinah. Peristiwa ini di jelaskan oleh allah swt dalam surat isra’ ayat 1 yang mempunyai arti berikut ini :
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Peristiwa Isra Mikraj berawal ketika Nabi Muhsmmag saw. Berda di Hatim, sebuah tempat di dekat Ka’bah. Malaikat Jibril kemudian datang dan membelah dada Nabi Muhammad saw. Hati Nabi Muhammad saw. Kemudian dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam. Ke dalam hati itu kemudian dimasukkan iman dan hikmah yang telah disediakan oleh malaikat jibril dalam bejana emas.
Dengan dibimbing oleh Mlaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. Berangkat menuju masjidil Aqsa dengan menaiki Buraq. Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad saw. Melewati Madinah (Yasrib), Madyan (tempat nabi syu’aib a.s. menyiarkan agama), Tursina (tempat nabi Musa a.s. menerima firman tuhan), dan Betlehem (tempat Nabi Isa a.s dilahirkan). Sesampainya di masjidil Aqsa Nabi Muhammad salat dua rakaat dan menjadi imam bagi nabi-nabi sebelumnya.
Selesai salat, Malaikat Jibril datang membawa dua gelas air susu dan arak. Nabi Muhammad saw. Kemudian disuruh meminum salah satu diantaa keduanya. Nabi Muhammad saw. Kemudian mengambil gelas yang berisi susu dan meminumnya. Melihat hal itu Malaikat Jibril Mengatakan, “engkau diatas fitrah. Seandainya engkau memilih arak niscaya akan sesatlah umatmu.”
Kemudian, Nabi Muhammad saw. dan Malaikat Jibril naik kelangit dunia. Di langit pertama, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam dan mengucapkan salam dan nabi Adam menjawab salam dan mendoakannya. Kemudian Nabi Muhammad dan malaikat Jibril naik ke langit ke dua, disini beliau bertemu dengan Nabi isa, Nabi Yahya, dan di langit ketiga beliau bertemu dengan NAbi Yusuf, di langit ke empat beliau bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima beliau bertemu dengan Nabi Harun, diu langit keenam beliau bertemu dengan Nabi Musa, di langit ketujuh beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim yang sedang bersandar di Baitul Makmur.
Dari langit ke tujuh Nabi Muhammad SAW, naik ke sidratul muntsha, yaitu sebuah pohon besar da rindang dari pokoknya mengalir empat sungai, dua di surga dan dua di luarnya. Nabi Muhammad melihat bermacam-macam warna yang menutupi pohon Sidratul Muntaha dan disini pula Nabi melihat wujud asli Malaikat Jibril.
Kemudian Nabi Muhammad berangkat menuju Mustawa, ke hadapan Allah SWT. Di hadirat Allah Nabi menerima perintah sholat 50 kali sehari semalam. Nabi turun sampai langit ke enam bertemu dengan Nabi Musa, kemudian Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad meminta keringanan kepada Allah, sebab umat Nabi Muhammad tidak akan kuat mengerjakan perintah tersebut.
Nabi Muhammad kemudian kembali menghadap Allah SWT, akhirnya perintah sholat itu di peringan menjadi 5 kali sehari semalam. Setewlah menerima perintah sholat tersebut, Nabi Muhammad SAW di iringi malaikat Jibril kembali kedunia. Peristiwa isro’ mi’roj memberikan tambahan keimanan, ketahanan, ketetepan, serta keyakinan Nabi Muhammad dalam menegakkan islam sampai berhasil.

Kejadian-kejadian dalam Isro’ Mi’roj
Beberapa kejadian dalam isro’ mi’roj sebagai berikut,
1. Nabi Muhammad melihat beberapa oranng membawa daging yang baik, di sebelahnya ada daging yang membusuk, orang itu justru mengambil daging yang busuk dan membuang daging yang baik, mereka itu gambaran orang-orang yang suka berzina.
2. Nabi Muhammad melihat orang yang perutnya sangat besar, begitu besarnya sehingga ia tidak bias beranjak dari tempatnya. Itu gambaran orang yang suka memakan riba
3. Nabi Muhammad melihat orang yang memotong lidahnya sendiri setelah di potong menyambung lagi dan dipotong lagi, itu gambaran orang yang suka menggunjing orang lain.
4. Nabi Muhammad melihat malaikat penjaga neraka yang tidak pernah tersenyum dan wajahnya sangat menakutkan, wajahnya tidak memperlihatkan keceriaan dan kegembiraan sedikitpun.
Kejadian-kejadian tersebut merupakan perlambangan keadaan sebenarnya yang terjadi di dunia dan yang akan terjadi di akhirat kelak.

Tanggapan Masyarakat Mekkah terhadap Peristiwa Isro’ Mi’roj
Berita tentang peristiwa isro’ mi’roj tersebut telah sampai ketelinga kaum qurais. Sebagian besar kaum quraisy merasa gembira, menurut mereka peristiwa isro’ mi’roj adalah hal yang mustahil dan merupakan kebohongan Nabi Muhammad semata. Namun perkiraan mereka meleset, hal itu terbukti ketika mereka mengirimkan utusan kepada Abu Bakar. Utusan itu bertanya “wahai Abu Bakar dapatkah engkau membenarkan bahwa tadi malam Nabi Muhammad telah dibawa malaikat pergi ke masjidil aqso, lalu naik ke langit dan kambali ke makkah malam ini juga? Abu Bakar menjawab “ kalau memang dia berkata demikian , benarlah dia.”
Dengan demikian, harapan kaum qurais agar kaum muslimin tidak membenarkan cerita Nabi Muhammad, pupus sudah. Akan tetapi peristiwa isro’ mi’roj tetap mereka jadikan bahan untuk memfitnah Nabi Muhammaf, mereka menuduh Nabi sebagai orang gila, pendusta, dsb.
Peristiwa isro’ mi’roj itu justru menambah dan membuat islam semakin berkembang dan menyebar keseluruh penjuru dunia.

Berbagai Model Pembelajaran

BAB XIII
MODEL PEMBELAJARAN GLASER

Robert Glaser (1962) telah mengembangkan suatu model pembelajaran yang membagi proses belajar – mengajar dalam empat komponen atau tahapan yang yang dapat digambarkan sebagai berikut :
A B C D
Instruksional Objektives Entering Behavior Instruktional Behavior Pervormance Assessement

A. Instruktional Objektives, tujuan pengajaran semua kualifikasi yang diharapkan dimiliki semua peserta didik bila ia telah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar tertentu. Tujuannya dirumuskan sebagai berikut:
1. student is able to name planets of our system
2. student is able to distinguish beetwen the Renaissance Revormation
3. student is able to list the major systems of the body
B. Entering Behavior, menggambarkan tingkat kemampuann peserta didik sebeluk pengajaran dimulai. Menjelaskan apa-apa yang telah dipelajari oleh peserta didik sebelumnya, kemamapuan intelektualnya, kesedian motivasinya, determinan social yang mempengaruhi situasi belajarnya.
C. Instructional Behavior, perencanan proses belajar mengajar. Menjelaskan langkah-langkah interaksi dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
D. Pervormance Assessement, bagian atau tahapan evaluasi untuk mengetahui apakah proses belajar mengajar itu tercapai.
Dengan demikian konsep yang penting yang terkandung dalam model Glaser ini antara lain bahwa lesson plan hendaklah selalu ditinjau kembali selalu ditingkatkan mutunya. Model pengajaran Glaser ini memang dapat dianggap sebagai basic (dasar), pengertian, dari model itu dapat dikembangkan model-model lain.
Pada perkembangan selanjutnya model-model pengajaran telah mendorong para ahli untuk membuat model program pengajaran (metode pengajaran) yang secar langsung dapat dipraktekkan. Dari tangkaian inilah muncul Metode Pengajaran Berprograma yang dikembangkan oleh Skinner 1926 pda pemikiran S.L. Pressey. Salah satu bentuk metode pengajaran berprograma ialah Pengajaran Modul

BAB XIV
MODEL PEMBELAJARAN UNIT

A. Pengertian
Unit adalah suuatu cara guru menyajikan bahan pelajaran dimana guru bersama peserta didik menentukan bahan peljaran (dalam bentuk unit) guna dipeljarioleh peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran.
Metode ini diciptakan oleh HC. Marison, dalam metode ini keaktifan guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan keaktifan peserta didik dalam belajar dapat diseimbangkan.
Dengan unit ini guru bersama peserta didik sama-sama merencanakan suatu unit, sama-sam mencari alat-alat yang diperlukan untuuk memrcahkan masalah-maslah, memberikan penilaian terhadap hasil yang dicapai dan sama-sama aktif.
B. Prinsip-prinsip Umum Pengajaran Unit
1. Prinsip kurikulum terpadu, dengan melaksanakan pengajaran unit kita tidak mengenal lagi batas-batas pelajaran yang stu dengan yang lain sebab semua mata pelajaran telah dipadukan dalam pengajaran unit.
2. Prinsip psikologi perkembangan, penagjaran unit dilaksanakan berdasarkan minat peserta didik, sebab peserta didik ikut merencanakan, dan didasarkan pada minat yang ada pada peserta didik.
3. Prinsip Team Teaching, pengajaran unit(proyek) dilaksanakan oleh peserta didik secara bersama-sama dalam bentuk kerja kelompok yang beranggotakan beberapa orang yang akan menimbulkan sifat-sifat kerjasama yang sangat diperlukan dalam kehidupan dalam masyarakat.
C. Prinsip- prinsip Khusus Pengajaran Unit
1. Dalam pelaksanaanya harus dapat mencampurkan sekalian bahan pengajaran
2. Disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
3. Penyelenggaraan harus dalam waktu yang cukup
4. Didasarkan atas dorongan yang wajar dari peserta didik
5. Harus dipecahkan oleh peserta didik sendiri
6. Harus berpusat pada kehidupan yang nyata
7. Direncanakan sendiri oleh guru dan peserta didik
D. Ciri-ciri Pengajaran Unit
1. Ditinjau dari aspek sumber
a. Mempunyai konsep sebagai integrasi peserta didik didalam lingkungannya
b. Bersumber pada minat, kebutuhan, masalah-masalah dan tantangan-tantangan dari peserta didik
c. Berdasarkan pada aktivitas bersama, antara guru dan peserta didik
2. Ditinjau dari aspek tujuan
a. Mencakup semua aspek, kognitif, nilai dan sikap maupun aspek ketrampilan
b. Tujuan langsung berkenaan dengan personalisasi peserta didik
c. Tujuan direncanakan antara guru dan peserta didik
3. Ditinjau dari aspek organisasi
a. Difokuskan pada “here and now” untuk membantu pengertian masa kini dan mempersiapkan masa yang akan datang
b. Mempergunakan pengalaman dari berbagai bidang yang berhubungan dengan keseluruhan situasi
c. Direncanakan secara fleksibel dapat diubah oleh guru dan peserta didik
4. Ditinjau dari aspek implementasi
a. Menitik beratkan pada partisipasi peserta didik
b. Mempergunakan berbagai prinsip belajar yang memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
c. Mempergunakan sumber yang lebih luas dan bermacam-macam metode mengajar
E. Langkah-langkah pengajaran unit
1. Langkah perencanaan
2. Langkah pelaksanaan
3. Langkah kulminasi dan penilaian
F. Jenis-jenis unit
1. Bedasarkan organisasi kurikulum, unit berdasarkan mata pelajaran, unit bidang keilmuan, unit pengalaman.
2. Berdasarkan segi waktu pelaksanaan, unit okasional, unit rutin, unit khusus.
G. Keuntungan dan Kesulitan Unit
1. Keuntungan Unit
• Semua hal yang dipelajari berada dalam suatu hubungan keseluruhan
• Pelajaran menjadi lebih berarti karena sesuai dengan minat, bakat dan tingkat pertunbuhan peserta didik
• Mempunyai kesempatan untuk mempraktekkan nilai-nilai paham demokrasi, karena situasi kelas lebih demikratis
• Hubungan sekolah dan masyarakat bertambah erat
2. Kelemahan unit
• Memilih masalah yang akan dijadikan unit bukan suatu yang mudah
• Unit mempunyai organisasi yang kurang teratur
• Pengetahuan peserta didik pada waktu keluar sekolah akan berbeda-beda(sesuai dengan minat yang dimilikinya)
• Unit memerlukan biaya dan alat yang cukup mahal

BAB XV
MODEL PEMBELAJARAN BERPROGRAMA

A. Pengertian
Ialah suatu bentuk pembelajaran dengan mempergunakan alat-alat yang bekerja serba otomatis atau kunci-kunci jawaban tertulis yang sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan-bahan yang telah tersusunsecara sistematis dan peserta didik bertanggung jawab sendiri.
Di Indonesia sendiri pengajaran berprograma masih dalam taraf try out dan penelitian.

B. Prinsi-prinsip Belajar Berprograma
1. Dalam pengajaran berprograma dikehendaki proses interaksi antara guru dan peserta didik secara tidak langsung yang menggunakan alat berupa buku teks sebagai alat untuk mengaktifkan pelajaran dalam proses belajar mengajar.
2. Pengajaran berprograma menganut system belajar sendiri, dengan jalan atau cara berdialog dari unit kalimat ke unit kalaimat berikutnya yang disusun sedemikian rupa sehingga unit-unit itu dapat berbicara langsung dengan pembaca.
3. rangkaian kegiatan dalam programa dilakukan secara aktif progresif, peserta didik belajar dengan maju setapak demi setapakdan menguji hasil kebenaran hasil responnya, sehingga akhirnya ia sampai pada suatu kesimpulan.
4. bahan pengajaran berprograma disusun menurut prinsip dan pola tertentu yang telah di progamkan

C. jenis program
1. pola linear
a. Menentukan dan membatasi lapangan (scope) yang akan dibahas
b. Mencari semua istilah teknis, fakta, ketentuan, prinsip serta hal yang relevan dengan hal tersebut.
c. Mengatur dalam urutan perkembangan yang logis
2. Programa branching (bercabang)
Dalam program ini kadang-kadang murid terus sampai kepada suatu bingkai dimana ia berbuat salah. Kesalahan itu mengalihkan dia kemudian mengadakan perbaikan. Biasanya programa terdiri dari suatu pilihan. Dikatakan bercabang karena disamping garis lurus adalagi garis cabang.

D. Langkah-langkah pelaksanaan
1. Persiapan terdiri dari :
a. pemilihan topic
b. out line
c. tujuan instruksional
d. pretest
2. penulisan programa
setelah persiapan sudah matang, maka barulah ditulis program yan akan dilaksanakan. Terlebih dahulu murid harus mempelajari tugas yang akan dilaksanakan

E. Keuntungan metode pengajaran berprograma
1. bahan pelajaran sangat banyak disediakan sehingga sifat individu anak-anak dapat diperhatikan
2. anak-anak yang pandai mendapat kesempatan yang banyak untuk mencapai kemajuan
3. Menambah self activity bagi anak-anak
4. Melatih anak untuk berbuat sendirian dan bertanggung jawab sendirian

F. Kelemahan-kelemahan metode pengajaran berprograma
1. proses belajar yang seperti ini sulit untuk membentuk kepribadian yang bulat
2. pengajaran dengan metode ini bersifat individualistis dan intelektualistis
3. Sukar untuk menyusun programa apalagi programa dari setiap mata pelajaran
4. membutuhkan alt yang mahal untuk menciptakan alat-alat pangajar

IV. Model pembelajaran modul
A. Pengertian.
Sifat-sifat khas dari pada modul, yaitu :
1. Modul merupakan unit (paket) pengajaran terkecil dan lengkap
2. Modul itu memuat rangkaian kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dan sistematik
3. modul memuat tujuan belajar (pengajaran) yang dirumuskan secara eksplisit dan specific
4. modul memungkinkan peserta didik belajar sendiri secara bebas (independent), modul memuat bahan yang bersifat self instructional
5. Modul merupakan realisasi pengakuan perbedaan individu, merupakan salah satu perwujudan pengajaran individual
B. Unsur-unsur Modul

V. Model pembelajaran PPSI
A. Pengertian
Prosedur pengembangan system instruksional, merupakan suatu system yang dijadikan pola untuk interaksi belajar mengajar untuk suatu waktu tertentu. PPSI dengan sendirinya tak dapat dipisahkan dari kurikulum yang berlaku, tujuan pendidikan dalam lembaga tertentu dan situasi di mana proses belajar mengajar itu berjalan
System intruksional, yaitu suatu kesatuan yang terorganisir, yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
Komponen-komponen system instruksional :
1. Tujuan pengajaran
2. Materi pengajaran
3. Alat pengajaran
4. Metode pengajaran
5. Kegiatan belajar mengajar
6. Evaluasi pengajaran

B. Tujuan Pendidikan
Tujuan ialah sesuatu yang ingin dicapai menggambarkan percobaan tingkah laku yang diinginkan pada diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pengalaman belajar.
Tujuan pendidikan dibagi menjadi :
1. Tujuan Pendidikan Nasional yaitu : rumusan tujuan yang menggambarkan secara umum kualifikasi warga Negara yang harus dihasilkan oleh setiap lembaga pendidikan yang ada di bumi Indonesia
2. Tujuan Institusional, yaitu tujuan yang harus dicapi anak didik dalam mengikuti program pendidikan. Sesuai dengan tindakan lembaga pendidikan yang bersangkutan
3. Tujuan Kurikuler, yaitu tujuan yang harus dicapai oleh anak didik setelah mengikuti bidang studi di sekolah, untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan dalam setiap bidang kurikuler
4. Tujuan Pembelajaran Umum, yaitu suatu tujuan yang ingin dicapai dalam setiap kegiatan belajar dan mengajar
5. Tujuan Pembelajaran khusus, yaitu tujuan yang rumusannya benar-benar khusus dan operasional

C. Proses Pelaksanaan Sistem Instruksional
System instruksional dilaksanakan melalui tiga fase:
1. mengenal kondisi input.
2. Menqadakan Pengolaha_n -(‘Pceses):
Setelah kita mengetahui bagaimana basil pretest dari input, dan ternyata perlu diadakan proses belajar dan mengajar sebagaimana yang sudah direncanakan. Lama proses mengajar dan belajar ini tergantung kepada materi yang ada pada Unit lesson.4)
3. Mengenal kondisi out put
Out put adalah peserta didik sebagai subyek yang telah melalui proses mengajar dan belajar. Untuk mengenal out-put perlu diadakan post test (evaluasi tentang bahan yang telah diajarkan kepada peserta didik)’.` Bahan post testsama dengan bahan yang digunakan sewaktu pre test. Dengan post test ini kita dapat mengetahui kondisi peserta didik tentang pengetahuan dan keterampilannya Setelah melalui proses mengajar dan belajar dengan mempedomani hasil test tersebut sebagai berikut

a. Apabila semua item pertanyaan dapat dijawab semua oleh peserta didik, maka keadaan pengajaran berhasil.
b. Apabila semua item pertanyaan tidak dapat dijawab oleh mu¬rid maka keadaan pengajaran dinyatakan gagal.
c. Apabila item pertanyaan pada post test yang dapat dijawab kurang dari item pertanyaan yang dapat dijawab pada pretest berarti guru memberikan penjelasan yang mengacaukan

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN POKOK DALAM PPSI
Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri dari sub sistem atau komponen, setiap komponen ini selalu berkaitan antara satu sama lain. Tugas guru dalam hal ini adalah menyusun urutan langkah¬langkah pengajaran sub sistem atau komponen pengajaran tersebut dengan baik.
Urutan langkah-langkah pokok dalam PPSI adalah sebagai berikut :
1. Merumuskan tujuan Pembelajaran Khusus.
Dalam langkah ini perlu dirumuskan sejumlah tingkah laku yang spesifik yang diharapkan agar dimiliki oleh anak didik setelah ia menyelesaikan program pengajaran mengenai pokok bahasan yang diberikan.
Dalam rumusan tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Rumusan harus operasional artinya jelas dan mengandung satu pengertian tidak dapat ditafsirkan lain (bermacam-macam) sehingga dapat diukur (dinilai).
b. Berdasarkan hasil belajar dan tingkah laku yang diharapkan.
c. Masing-masing hasil belajar atau rumusan tersebut dalam bentuk yang tunggal.
2. Menyusun alat evaluasi.
Alat evaluasi adalah_alatat penilaian yang dipergunakan. menilai sejauh mana anak-anak dapat menguasai kemampuan¬-kemampuan seperti yang terkandunq da1am rumusan tujuan instruksional di atas. Untuk setiap tujuan perlu dirumuskan:
a. Jenis test; seperti test lisan, test tulisan, (test essay dan test objektif), test perbuatan-perbuatan, perfomance test dan sebagainya.
b. Merumuskan pertanyaan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan tersebut.

RPP

Posted on: Juni 18, 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELJARAN (RPP)

Nama Madarasah : MI Miftahul Ulum
Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas / Semester : IV (empat) / II (dua)
Standar Kompetensi : Kemampuan mengidentifikasi peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW, hijrah Nabi Muhammad ke Thaif dan dapat mengambil hikmah serta mampu meneladani kesabarannya.
Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW
Alokasi Waktu : 4 X 35 menit
I. Indikator : Siswa mampu :
1. Mendiskripsikan peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW secara berkelompok dan individu
2. Berbicara di depan kelas untuk mempresentasikan hasil dari peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW
3. Menarik kesimpulan dari peristiwa isro’ mi’roj nabi Muhammad SAW
4. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri siswa dari peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW
II. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menjelaskan peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW secara tertulis dan dikerjakan secara berkelompok
2. siswa mampu berbicara didepan kelas untuk mempresentasikan hasilnya dari peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW dengan bergantian
3. Siswa mampu menarik kesimpulan dari masing-masing presentasi yang dilakukan dari peristiwa isro’ mi’roj nabi Muhammad saw
4. Siswa dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya dari peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad saw

Materi Pembelajaran : Isro’ Mi’roj
Metode Pembelajaran : Ceramah dan Diskusi kelompok
Langkah- langkah pembelajaran
I. Kegiatan awal
• Berdoa dan memberi salam
• Guru memberikan apersepsi dan masuk kedalam materi pelajaran
• Siswa disuruh membaca satu persatu dari materi
II. Kegiatan inti
• Siswa mendiskripsikan materi yang sudah dijelaskan tentang peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW dengan kelompoknya masing-masing
• Siswa mempresentasikan hasil dari tugas tersebut tentang peristiwa isro’ mi’roj secara bergantian
• Siswa yang lain mendengarkan dan memberi kritikan apabila ada yang tidak sama
III. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan penguatan tentang materi tersebut untuk menajamkan konsep
• Siswa menyimpulkan materi tersebut secara individu
• Guru menanamkan keimanan dan ketaqwaan siswa dari materi tentang peristiwa isro’ mi’roj Nabi Muhammad SAW
Alat/ bahan/
sumber belajar : Buku paket pelajaran SKI dan buku lain yang relevan
Penilaian : Produk dan skala penilaian (performa murid dalam debat drama partisipasi dan kerjasama dalam diskusi kelompok dengan siswa lain, performa lisan dalam diskusi kelas dan penyelesaian dalam tugas praktik)